Bahasa-ku
Salam
Sudah lama tak isi blog di sini lagi. Sekedar intro setelah lama menghilang karena kesibukan lain saya ingin mengatakan bahwa di Taiwan saat ini sedang musim dingin. Kegiatan baru saya saat ini adalah belajar bahasa Arab. Seminggu dua kali di mesjid besar Taipei. Yang mengajar seorang imam keturunan Thailand tapi mengajar dengan perantara Mandarin. Bahasa ibu saya adalah bahasa Indonesia, untuk mempelajari bahasa asing dengan perantara bahasa asing lainnya otak saya mesti dibagi tiga bagian, yaitu bahasa ibu, bahasa perantara, dan bahasa yang dipelajari/bahasa tujuan.
Sebelum bahasa Arab, saya rutin setiap minggu dengan dua teman sekolah belajar bahasa Itali. Gurunya adalah teman sekelas saya sendiri yang asli berasal dari P.Sisilia Italia dan tentunya dengan perantara Mandarin pula. ‘Io sono Indonesiana’.![]()
Bicara bahasa asing, saya ingat ketika kuliah dulu juga pernah ambil mata kuliah pilihan bahasa Korea satu semester dan bahasa Jepang selama dua semester. Kalau bahasa Inggris?
Pas SD saya mulai ikut-ikutan les bahasa Inggris di dekat rumah, sehingga pas SMP alhamdulillah nilai bahasa Inggris saya tidak buruk karena les itu tadi. Namun, menjelang masuk sastra Cina, bahasa inggris saya perlahan-lahan tersingkirkan dan tersesakan dengan kumpulan kosa kata mandarin. Whatever deh..Alhamdulillah sekarang bahasa Inggris saya mulai bangkit perlahan karena sering bergaul dengan teman yang tidak fasih berbahasa Mandarin sehingga mengharuskan komunikasi dengan bahasa Inggris. Di kampus dan lingkungan asrama tetap memakai bahasa Mandarin, dan kadang jika berkumpul atau chat dengan saudara setanah air saya masih menggunakan bahasa ibu saya. Bahasa Indonesia. Everyday live in three language environments. Mandarin, English, Indonesian. Huah!! pusing? no! it’s interesting!!!
But, jika ada yang tanya mana yang lebih fasih di antara itu, saya saat ini bisa menjawab of course Indonesian and Chinese hehehehehe..teteup.
(masih ada satu bahasa lagi yang saya bisa mengerti secara pasif dan mungkin bisa aktif dikit2, yaitu boso jowo ngoko hohohoho).
Belajar bahasa lain? why not? just try and you will get the new sense of that language.
Wassalam
9 Februari 2007 at 1:41 pm
pertamax ………
in juga bisa macem2 bhs lho mbak
bhs C, C++, Java, HTML,ASP,VB dll dech
14 Februari 2007 at 12:37 pm
keduax!!!!
sama, saya malah 5 bahasa
kalo di kampus :bhs indonesia
di kost :jawa
keluar dari kost :sunda
pergi ke pesantren: arab
ke perpus: inggris
14 Februari 2007 at 2:37 pm
bahasa itu macam2 yah, ada bahasa program kyk iin (eh bener kan bhs program?:P)
bahasa bener2 bahasa, bhs tubuh, bahasa kalbu (titi dj downks),bahasa isyarat,bhs gaul, bhs xxxxxxxx, bhs yyyyyyyy, (sori,lagi pusing mikirin paper constrastive linguistic)
Salam kenal utk Luthfi, haha..itulah indonesia, ragam budaya ragam bahasa, rakyat kita memang bener2 multilingual loh hehehe..
2 Juni 2007 at 2:28 pm
Bahasa makian (bukan arti kotor lo.. it’s a small island in North Maluku..) ada yang tau ga? kalo ada yang tahu hebat…
erna wrote: Negara kita termasuk kaya bahasa, memiliki sekitar 700 lebih bahasa daerah, di mana 10 persen jumlah bahasa dunia terdapat di Indonesia.
berarti msh ada buanyak bahasa daerah lain yg sy tdk pernah dgr..thx utk info nya
Bahasa Makian salah satunya ya hehe..saya blm prnh dgr