Bunga dari siswa

Ditulis 29 Oktober 2007 oleh jeterna
Kategori: Uncategorized

Hari kamis minggu lalu merupakan hari terakhir saya mengajar kelas bahasa Indonesia tingkat dasar 2 di KDEI. Setelah term ini berakhir, kami istirahat kira-kira seminggu untuk memulai term berikutnya, itu juga jika masih ada siswa yang ingin melanjutkan.bunga lili-ku

Siswa saya semuanya orang Taiwan, dan sebagian besar bergelut di bidang pekerjaan yang sering bertemu dengan orang Indonesia. Tidak banyak, hanya 5 siswa. Ketika Hari Guru beberapa pekan lalu, saya pernah dapat kartu ucapan yang diisi oleh mereka sendiri dengan bahasa Indonesia yang masih sangat dasar namun bermakna sekali. Kisah ini pernah saya tulis di blog saya yang lain.

Kamis malam itu, salah seorang siswa yang sering kami panggil Ibu Lin, datang lebih awal. Dia telah membawakan saya seikat bunga lili warna merah muda keungu-unguan. Harum dan cantik. Tiba-tiba hati saya jadi berbunga-bunga hehehe..maklum, belum pernah menerima bunga secara khusus. Dulu waktu wisuda S1 di UI sepertinya pernah walau cuma sekuntum mawar. Hanya saja, saya lupa siapa yang memberi ya. Soalnya rata-rata setiap mantan mahasiswa semuanya dapat.🙂

Saya sendiri memang tidak begitu tertarik dengan bunga-bungaan. Tapi entah hari itu perasaan saya setelah mencium harum dan melihat indahnya bunga lili tersebut, ketertarikan terhadap bunga jadi bertambah. Akhirnya sampai di rumah, saya potong tangkai bawah supaya dapat meresap air. (kata Ibu Lin, bunga tersebut bisa tahan wanginya hingga 2 minggu). Karena tidak punya vas bunga, saya menggantinya dengan botol air mineral plastik yang saya koleksi di kamar untuk tempat bunga tersebut(koleksi kok botol plastik ya). Alhasil bunga yang indah ini ber-vas-kan botol air mineral, biar pun begitu, bunga tersebut masih menebarkan aroma wanginya ke seluruh penjuru kamar. Sampai-sampai seorang roommate komentar dia menyukai wangi bunga saya itu. Syukur deh, saya khawatir saja kalau ada yang alergi wangi bunga. Sembari mengetik, sesekali saya menoleh ke kanan menghirup aroma wangi bunga yang sengaja diletakkan di atas meja sisi saya.

Hikmah hari ini

Ditulis 26 Juli 2007 oleh jeterna
Kategori: hari-hariku

Hari ini kamis, 26 Juli 2007. Ada bayi yang baru lahir ke dunia ini, kuucapkan selamat datang ke alam nyata wahai bayi-bayi mungil🙂. Ada yang merayakan hari ulangtahun-nya, dan ada juga yang menutup matanya untuk terakhir kali. Setiap hari, fenomena ini tanpa kita sadari terjadi di sekitar kita. Tadi siang aku pergi ke mesjid besar, dan melihat jenazah yang akan disholatkan. Dalam dua hari berturut-turut, aku mengamati hal ini, dan sudah dua jenazah yang disholatkan pada waktu ba’da dhuhur. Bagi yang berulangtahun hari ini, ku hanya memperingatkan bahwa setiap tahun dirimu semakin mendekati kehidupan akhirat, untuk bertemu dengan-Nya. Dan masa itu, masa di mana engkau akan terbujur disholatkan, tidak akan lama lagi, karenanya tiap tahun sebaiknya ingatlah akan hal-hal yang mesti kau perbaiki dan introspeksi sebagai bekal kelak jika menemui-Nya.

Hari ini aku sedang diperingatkan.

“Jintian tianqi hen hao”

Ditulis 15 Juli 2007 oleh jeterna
Kategori: bahasa, bahasa mandarin

Kali ini pelajaran mengenai cuaca.

A: Jintian tianqi hen hao. (=hari ini cuaca sangat bagus.)

B: Shi. Jintian you feng, bu re ye bu leng.(=Ya. Hari ini berangin, tidak panas juga tidak dingin.)

A: Zheme hao de tianqi, ni xiang qu nali wan ma? (=Cuaca begini bagus, apakah kamu ingin pergi bermain ke suatu tempat?)

B: Wo xiang qu haibian, nabian fengjing yinggai hai bucuo.(=Saya ingin pergi ke pantai, di sana pemandangannya pasti lumayan.)

A: Zhu ni zai nar wan de kaixin. (=Semoga kamu dapat bermain di sana dengan gembira.)

B: Xiexie. (=terima kasih.)

***kata-kata baru:

tian1qi4=cuaca

feng1=angin

re4=panas

leng3=dingin

zhe4me hao3= alangkah baik (kata seru)

wan2=bermain

hai3bian1=pantai

feng1jing3=pemandangan

bu2cuo4=lumayan

zhu4=menyelamati, “semoga”

kai1xin1=gembira

Musim Pindahan

Ditulis 30 Juni 2007 oleh jeterna
Kategori: hari-hariku, Orang Taiwan

Kalau ada teman Indonesia tanya, di Taiwan sekarang sedang musim apa? Saya akan bilang di sini sedang musim pindahan. Saya tinggal di asrama sekolah, tidak cuma itu, yang tinggal di kos-kosan juga mungkin mengalami hal serupa, banyak teman teman se-kos atau se-asrama yang pindah rumah karena sudah musim panas. Mereka ingin pulang ke kampung halaman masing-masing, ada yang sudah lulus studi, ada yang ingin bepergian lama, ada yang bekerja namun tidak ingin tinggal di asrama, karena di asrama saya kalau musim panas seluruhnya harus pindah kecuali untuk teman-teman dalam kondisi atau identitas tertentu. Iya, harus bayar lagi untuk tinggal selama dua bulan ini.

Karena musim pindahan, tidak sedikit yang menghibahkan barang-barang masih layak pakai nya untuk siapa saja dengan ‘memungutnya’ GRATIS. Yang paling berlebihan di sini ada yang menghibahkan printer. Ditaruh begitu saja di depan kamarnya beserta barang-barang lucu lainnya, lalu dituliskan barang-barang ini boleh diambil termasuk printer merk Lexmark ini. Penghibahan barang-barang itu dibatasi waktu sama mantan empunya, karena mungkin dia sudah harus pindah secepatnya, dan kalau masih tersisa barang-barang itu mungkin akan dibuangnya.

Ini namanya warisan. Saya pun dapat warisan dari seorang teman sekamar saya yang sudah lulus semester ini. Dia akan pindah dan pulang ke kampung halamannya. Warisan folder-folder dan buku tulis, juga alat perlengkapan lain. Ada yang mau? hehe..Sekarang barang-barang di meja dan lemarinya tinggal sedikit, sebagian sudah dikirim ke rumahnya dan ada juga yang memenuhi meja saya sekarang ini hehehe..

Musim pindahan, musim bagi-bagi ‘warisan’. Lain waktu gantian saya yang mewariskan.. ya jika ada yang layak untuk diwariskan.

Hujan Deras di Taipei

Ditulis 6 Juni 2007 oleh jeterna
Kategori: ceritaku, Orang Taiwan

Baru saja saya menonton TV sambil menyantap nasi putih plus kering tempe teri. Taipei semalam hujan deras, bahkan hingga detik ini, hujan masih mengguyur ‘ibukota’ Taiwan. Padahal, dua hari sebelumnya panas terik dan pengap cuacanya. Namun, Alhamdulillah dua hari ini suhu menurun dengan turunnya hujan. Di berita yang saya tonton tadi, beberapa tempat di Taipei ternyata tergenang air, genangan tertinggi yang saya lihat sekitar selutut orang dewasa, termasuk tinggi jika melihat kondisi kebersihan kota ini bila dibandingkan Jakarta. Masyarakat mengeluh selama hujan deras, mereka hampir tidak pernah mengalami banjir seperti ini. Topik lainnya, pagi tadi seorang artis Taiwan bernama Lin Xiaopei menabrak mati seorang perawat ketika ia mengendarai mobilnya. Dalam kondisi cuaca yang sangat buruk, ia ‘berani’ mengemudi dengan keadaan mabuk. Setelah melalui pemeriksaan, persentase alkoholnya membuktikan dia mabuk berat ketika mengendarai mobil, dan kecelakaan subuh itupun tidak dapat dihindarinya. Ia ditangkap. Perawat tersebut luka parah ketika ditabrak dan akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi. “Dui buqi”, kata Lin Xiaopei ketika diusung polisi untuk ditindaklanjuti perkaranya.

Saya teringat kadang orang sini bertanya ke saya mengapa saya tidak boleh minum arak/bir, dan mereka menanyakan kembali kenapa orang Islam melarang minuman haram itu. “Kasihan sekali kamu tidak bisa minum”, kata mereka. Saya tersenyum🙂

“Ni qu nali?”

Ditulis 5 Juni 2007 oleh jeterna
Kategori: bahasa, bahasa mandarin

Ni qu nali? = Kamu pergi ke mana?

A: Wu an. (Selamat siang)

B: Wu an. (=Selamat siang)

A: Ni qu nali? (=Kamu pergi ke mana?)

B: Wo qu shudian. (=Saya pergi ke toko buku)

A: Ni chi fan le ma? (Apakah kamu sudah makan?)

B: Wo chi fan le. Xie xie. Ni yao qu nali? (=Saya sudah makan. Terima kasih. Kamu mau pergi ke mana?)

A: Wo yao qu xuexiao shangke. (Saya mau pergi ke sekolah kuliah)

B: Hao. Mingtian jian. (Ok, sampai jumpa besok)

A: Mingtian jian. (Sampai jumpa besok)

*kosakata*

1. qu4=pergi

2. na3li=(ke) mana

3. shu1dian4=toko buku

4. chi1fan4=makan (nasi)

5. yao4=ingin,mau

6. shang4ke4=kuliah, mulai pelajaran

7. ming2tian1=besok

8. jian4=bertemu

9. le=partikel

From Malaysia?

Ditulis 1 Juni 2007 oleh jeterna
Kategori: hari-hariku, Orang Taiwan

Saya berasal dari negara mana,ya? Apa identitas saya? hehe..Sejak hari perubahan itu, banyak peristiwa dan pengalaman menarik serta seruuuu yang saya alami selama menuntut ilmu di sini.

Ketika tamasya ke Green Island (sebelah timur Taiwan), ada orang yang mengira saya biarawati, dan ada yang menduga saya berasal dari Filipina. Awalnya saya kurang tahu kenapa bisa dibilang saya berasal dari Filipina. Ada yang bilang, karena biarawati di Taiwan sebagian ada yang berasal dari Filipina. Oooooh..begitu. Tapi saya bukan biarawati, saya menjelaskan bahwa pakaian yang saya kenakan ini identitas perempuan Islam. Waktu naik sepeda ke kampus, juga ada bapak yang sedang berboncengan melihat saya terus, dan saya lemparkan saja senyum saya ke mereka, ternyata mereka ingin tanya apakah saya biarawati? yaa saya jelaskan saja apakah saya.

Rabu dan kamis kemarin berturut-turut, saya disangka orang Malaysia. hehehe..cukup sering saya mendengar komentar itu. Waktu itu ketika bertemu seorang muslimah asal Jerman. Ia datang untuk berlibur selama dua minggu di Taiwan. Ia berkebangsaan Jerman, keluarganya dulu migrasi dari Macedonia ke Berlin. Saya sering dengar ‘Macedonia’, tapi tidak tahu apa-apa tentang negara itu. Lejla, nama muslimah itu, sekilas saya melihatnya menduga ia ‘a muslim convert’. Setelah bincang2 cukup lama, seluruh keluarganya memang ‘islam by birth’. Pertama kali, ia menebak saya seorang Malaysia. Akhirnya saya berkata ‘ i come from Indonesia’.

Kamisnya, ketika daftar ulang pengajuan asrama di kampus, tiba-tiba ada bapak-bapak petugas dengan cukup yakinnya mengira saya mahasiswa Malaysia. Dia tahu setelah akhirnya saya bilang asal negara saya. Namun ia masih menebak2 lagi apakah saya ‘overseas chinese’, saya jawab bukan. “Wah, kalau kamu tidak pakai penutup kepala, kamu terlihat seperti overseas chinese atau orang Taiwan loh”. Ya, ia bisa bilang begitu mungkin karena mendengar saya berbahasa Mandarin.

Masih ada lagi cerita-cerita dan pengalaman excited lainnya..to be continued.InshaAllah🙂