Latihan Golok

Minggu pagi, bangun pagi, sarapan dua lembar roti tawar nonton tivi. Langit cerah, saatnya berlatih di balkon luar. Melatih dan mengulang jurus yang diajarkan teman sekelasku asal Amerika, Jeff. Tanggal 13 Desember nanti akan ada pertunjukan pentas budaya mahasiswa baru dan tingkat dua. Lagi-lagi aku gabung di kelompok kungfu seperti tahun sebelumnya. Modalku satu-satunya tanpa perlu pikir panjang. Selain grup kungfu, ada grup nyanyi, tari, lawak, tanya jawab teka-teki, atraksi budaya mancanegara, drama, seksi backstage, lighting, perlengkapan, dll. Walaupun dulu pernah menari ketika kelas 1-3 SD (jaman dulu bgt)—-flashback ceritanya—-, itu tak menjamin daku pandai menari untuk sekarang. Oleh karena menari menurutku tak berguna ketika berkelahi melawan anak tetangga (teman seperjuangan main kelereng,gambaran,dampu,dll), daku lalu berpikir untuk ikutan klub beladiri semacam karate seperti anak laki-laki tetangga sebelah. Merengek ke ortu minta daftarin karate, tapi entah kenapa waktu itu ngga jadi, mungkin Tuhan berkehendak daku harus serius mempersiapkan EBTANAS dulu kali (terlalu awal kalee hihihi..). Akhirnya ambisi itu terwujud, SMP kelas satu ku bulatkan tekad masuk ekskul beladiri. Kebanyakan SMP teman-temanku ada karate, taekwondo, pencak silat, tapi di SMP ku justru cuma ada kungfu (sekarang sasana itu berubah jadi wushu). Begitulah awal daku tertarik dengan wushu, Jet Li, lalu merembet tertarik kepada budaya Cina. Well, ini cuma sekelumit cerita tentang jaman dulu-ku. (selesai flashback-nya).

Dua hari lalu rehearsal di kampus sekaligus dapat jurus baru untuk tampil mandiri. Golok–senjata yang kugunakan–kubawa pulang ke asrama. Kemarin tak sempat latihan sendiri, karena hujan seharian, balkon basah kuyup, badanku juga pegal-pegal akibat rehearsal berulang-ulang itu. Nah, minggu pagi ini kusempatkan berlatih 30 menit. Ternyata lantai balkon licin, berlumut, latihan tak maksimal. Aku cukup mengingat-ingat gerakan-gerakan dan teknik golok saja. Huaaaa….dulu waktu wushu ga pernah main golok, sekarang dalam waktu 2-3 minggu harus bisa menguasai seluruh teknik and bertarung melawan Jeff yang akan pakai toya (pertarungan terencana sih). Kita lihat saja nanti, hiks hiks hiks…tangan kanan kepentog gagang golok melulu, kaki kanan juga keselea-keseleo @_@…Semua butuh pengorbanan. Letih dan capek, badan keringatan, sehat jadinya hehehehe..JIAYOU!!!!!!!!!

Explore posts in the same categories: olahraga

One Comment pada “Latihan Golok”

  1. leonnardo Sijabat Says:

    hebat donk bisa kungfu>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    sekarang dah sampai mana bela dirinya

    erna:sekarang sdh jarang latihan kungfu lagi,tapi lagi suka badminton. ~~


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: