Nonton Opera Jawa

Taipei Golden Horse Film Festival 2006 (TGHFF) yang berlangsung tanggal 10-24 November menyajikan film-film internasional bermutu karya para sutradara yang tentunya juga berkualitas di bidangnya. Program ini merupakan salah satu rangkaian dari Taiwan International Film & TV Expo (TIFTE) 2006 selain Golden Horse Awards (Penghargaan perfilman Mandarin) dan 51st Asia-Pacific Film Festival (APFF). Pokoknya, tahun ini Taiwan benar-benar demam film deh. Semuanya dibabat habis di bulan November. Daku yang hanya sebagai penonton sebuah film (Opera Jawa itu) di Golden Horse Film, dan salah satu panitia anak bawang di APFF, serta tanpa sengaja melihat penyerahan Golden Horse Awards lewat TV saja sudah hampir ‘mabok’ . Semuanya berlangsung secara berurutan, tak terpikirkan olehku sebelumnya. Tahu-tahu, setelah dipikir setengah masak, kok aku bisa ya melibatkan diri ke arena tersebut. Padahal, aku bukan orang yang gemar film, apalagi penggemar artis-artisnya (kecuali Jet Li), apalagi pemerhati sutradara beken, dan apalagi-apalagi lainnya. Dari situ, mendadak pengetahuanku tentang dunia film sedikit bertambah (bener2 sedikit), tahu sedikit beberapa nama sutradara top,tahu sedikit (lebih dari sedikit sih) alur bagaimana sebuah acara bagi-bagi plakat itu berlangsung, yang terpenting lagi, tahu banyak bagaimana rasa capeknya menjadi ‘ganxie renyuan (anggota ucapan terima kasih)’…hehehe…

Oke..oke..back to subject. Nonton Opera Jawa. Apa yang mendasariku ingin nonton itu? Begini urutan peristiwanya: Teman sekamar daku memperkenalkan event TGHFF, kemudian memberikan buku saku panduan film-film itu sambil ‘mempromosikan’ beberapa film yang menurut mereka layak ditonton (contoh:Paris Je T’aime). Tiba-tiba aku melihat “Opera Jawa” di dalam buku saku itu. Ternyata hanya satu film Indonesia yang berpartisipasi, dan bisa ditebak sutradara filmnya siapa? iya..mas Garin Nugroho. Selain cukup antusias dengan namanya, alasan aku ingin menonton adalah bahwa aku ingin menyenangkan diri dengan melihat karya Indonesia, aku tak perlu repot-repot membaca dan mendengar bahasa Cina. Nah, kalau filmnya film Indonesia kan aku cukup mendengar bahasa ibu sendiri dan melihat akting mereka saja. Simple kan. But, lihat jadwal pemutarannya impossible to go, karena bentrok kuliah. Selang beberapa hari, buku saku itu kuperhatikan dengan cermat dan seksama, eh ternyata pemutarannya dua kali, Opera Jawa juga diputar hari Sabtu, yeah…weekend-an nonton film deh. Top! Tapi, ternyata tak ada teman yang ingin menonton film itu. Selain tiketnya mahal (bagi kami kaum pelajar yang sedang menipis uangnya), 200 NT, ada teman yang hari itu sudah ada kegiatan lain. Alamat nonton film sendiri lagi deh kayak waktu nonton Fearless dulu. Hihihi..sudah pengalaman nonton sendiri, jadi waktu beli tiket untuk daku sendiri yaa sudah cukup pede dan siap lahir batin, kalau ini bersiap-siap untuk tidak mampu memahami isi film karya mas Garin Nugroho yang jauh di luar jangkauan film-film normal lainnya hehehehe…

Tiket sudah di tangan. Opera Jawa diputar tanggal 11-11-2006, aku akan duduk di baris 17 kursi 11. Banyak angka 11-nya ya. Dua hari sebelum itu, ada Kak Joy ternyata mau ‘nemenin’ nonton. Hmm..senang tapi kalau ternyata tiketnya ngga ada yang duduk bersebelahan ya sama aja hiks..Akan tetapi, pas aku beli tiket untuknya, kursi sebelahku ternyata masih kosong, jadilah ku pesan tiket itu untuk Kak Joy. Mujur..Alhamdulillah. Di penghujung waktu, masih ada harapan untuk mewujudkan harapan.

Hari Sabtu, kami ke bioskop Shin Kong Cinema di Ximending (seluruh film TGHFF diputar di bioskop itu), Opera Jawa main pukul 14.50. Di Taiwan, daku sepertinya tak pernah ontime kalau datang ke acara nonton film. Fearless lalu, telat beberapa menit; Opera Jawa (OJ)telat 3 menitan, terakhir aku dan teman-teman nonton Jackie Chan (Baobei Jihua) juga telat beberapa menit. Ku pikir, sebelum tayang film OJ, akan muncul iklan tapi ternyata tak ada. Langsung muncul gambar dengan alunan musik gamelan kraton yang kental. Akhirnya, bisa juga daku menonton film Indonesia di sini. Hati berbunga-bunga karena ku dapat mendengar bahasa Indonesia (masih belum nyadar)…walaupun awalnya hanya terdengar dialog-dialog menggunakan bahasa Jawa. Dugaan hanyalah dugaan. Menit-menit berlalu, namun mengapa tak ku dengar sama sekali dialog berbahasa Indonesia? All in Javanese language, dan semua menggunakan musik gamelan ketika berdialog, persis seperti dialog ketoprak hanya setting-nya saja bukan di atas panggung. Pada awalnya aku mengerti sedikit, tapi lama kelamaan berubah..sulit sekali ku cerna maknanya. Aku terpaksa melihat teks tulisan kanji di bawahnya. Tak ada Inggris pula. Walaaaaah..Teks bahasa Cina nya pun banyak menggunakan istilah-istilah klasik, pantas saja aku ngga mengerti dialognya (wong ngomong boso jowo alus)…ciut deh. Daku ikhlas saja menerima kenyataan ini. Mulai saat itu, aku terus mengandalkan teks kanji. Inti cerita film musikal Opera Jawa itu terinspirasi oleh kisah klasik dunia perwayangan The Abduction of Sinta…(mesti nanya anak sastra Jawa nih).

Sambil memungkiri keadaan, dan tertawa sinis pada diri sendiri. Aku orang Indonesia, bapak-ibu asal Jawa Tengah, cuma mengerti bahasa Jawa Ngoko, tapi ketika di Taiwan nonton Film Indonesia dialog bahasa Jawa, baru mengerti lewat bantuan teks bahasa Mandarin. (Kak Joy yang setia di sampingku bilang sempat tertidur karena tak begitu mengerti juga). Kita podo-podo lah,mbak.

Penutup:

“Hati oh hati…ternyata rupamu seperti itu, hanya seonggok daging berwarna merah, namun mengapa manusia selalu memperebutkan engkau, dan tahukah kau karena-mu pula manusia bertikai demi mendapatkan dirimu?”

Explore posts in the same categories: film

3 Komentar pada “Nonton Opera Jawa”


  1. jangan lupakan budaya sendiri😉

  2. e-RNA Says:

    bukan lupa, tp emang ga pernah belajar bahasa jawa halus, maka itulah jadinya. Mungkin u bisa bahasa jawa halus ya hehe..ajarin dunks😛

  3. ady Says:

    geh pripun to mbax,,mosox boten kelingan!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: