Fearless

ditulis pada : February 04, 2006

Intro : Walaupun usianya tahun ini mendekati 43 tahun, sudah ngga semuda dulu waktu main film kungfu shaolin, tapi wajah yang penuh smile itu tetap kelihatan fresh (from oven kali). Gue nonton film ini sendiri karena berhubung tidak ada teman Indo yang ingin nonton di bioskop (ga tertarik krn film pakai teks n berbahasa mandarin). Ada teman Taiwan yang berbaik hati menawarkan diri untuk nemanin, tapi karena waktu yang mendesak (lebih cepat nonton lebih baik) dan karena mereka masih dalam liburan di kampung halaman masing2, jadi berangkatlah daku menuju Living Mall. Kalau biasa di Mal-mal Jakarta bioskop itu berada di lantai paling atas, beda dengan Living Mall, bioskop justru ada di lantai basement (B17)..pantes udah naik sampai lantai 4 atas ngga ada tanda-tanda cinema, tahunya di bawah. Huih..Alhamdulillah sempat beli yang pkl 11.40 (padahal belinya sdh pkl.11.49). Pas masuk Hall 6 ternyata belum mulai, alias masih iklan :p Hmmm..pengalaman pertama nonton film di bioskop alone. Mau tahu rasanya? besok coba aja pergi sendirian ke bioskop terdekat…:) He7x..gue mah asyik2 aja..wong gue sendiri yang ngotot mau nonton ntu film..kalo gini kan sdh lega.

Sabtu siang pukul 11.55 waktu Taipei, tepat film Fearless atau Huo Yuanjia (judul dalam Mandarin langsung menyebut nama tokoh utama film itu) diputar di bioskop Cinemark Living Mall (Jing Hua cheng). Sepuluh menit sebelumnya waktu beli tiket seharga 230 NT, tanpa antrian panjang, agak bingung mesti masuk ke ruangan mana. Maklum, terakhir kali datang ke sini sudah hampir 3 tahun yang lalu. Akhirnya bisa juga nonton tepat waktu walaupun di tiket ditulis pukul 11.40, tapi biasanya muncul film-film iklan dulu sebelum film utama. Ya, dulu pertama kali datang ke pulau ini, pernah nonton sekali di bioskop ini bersama teman-teman ekskul kungfu. Waktu itu kita nonton Charlie’s Angel 2. Kali kedua datang ke pulau ini, Fearless jadi film pertama yang gue tonton sejak lima setengah bulan datang ke Taipei.

Huo Yuanjia yang diperankan Jet Li merupakan tokoh legendaris Cina awal abad 20. Ia jago beladiri wushu, sering bertanding demi mendapatkan piagam juara satu se-Tianjin yang tak terhitung berapa kali jumlahnya. Film ini didominasi oleh duel-duel antara Jet Li dan tokoh lawan mainnya. Iyalah, wong aktornya aktor laga, kalau temanya dramatis mendayu-dayu bukan film khas Jet Li donk :p

Kesan setelah nonton film ini, sebenarnya kalau dilihat dari segi cerita, jangan berharap dapat alur cerita yang sempurna, karena hampir seluruh cerita diwarnai pertarungan Jet Li dalam duel pertandingan yang ada di jaman itu. Intinya kalau sedang lihat film-film Jet Li, lihatlah akting beladirinya. Itu yang sudah pasti top. Kalau isi cerita, banyak nilai-nilai yang bisa diambil terutama pemahaman dan karakter yang harus dimiliki seorang ahli wushu ketika mengikuti sebuah kompetisi beladiri. Apa sebenarnya yang mendasari seseorang berlatih wushu?Jet Li berucap ada tiga hal penting makna latihan wushu : melatih tubuh, melatih akal pikiran dan melatih moral.

Pertarungan-pertarungan awal yang diikuti Huo Yuanjia waktu ia belum menemukan makna kompetisi beladiri sesungguhnya, cuma didasari atas ambisi dan ego balas dendam. Setelah keluarga yang dicintainya dibunuh akibat sikapnya yang ceroboh dan melebihi batas hanya demi membalas dendam muridnya, dia mulai sadar bahwa kebencian dan dendam tidak akan ada akhirnya, orang yang dicintai pun bisa jadi korban.

Akhirnya, ia terdampar di suatu daerah (kurang jelas maksudnya kenapa mesti ada cerita terdampar di perkampungan. Karena di situ yang menonjol cuma kisah Jet Li n aktris cantik yang berperan sebagai cewe tunanetra). Habis terdampar, dia balik ke daerah asalnya lagi untuk mengunjungi makam keluarganya, pun sempat mengunjungi keluarga almarhum lawannya yang meninggal di tangannya dulu.

Yang biasanya dulu kalau habis menang tanding dan waktu menjamu tamu minum arak, setelah balik Huo Yuanjia jadi lebih suka teh (hmmm..cara mengganti kebiasaan yang bagus bagi mereka yang biasa minum arak). Ada lagi yang bisa diambil maknanya waktu nonton film ini. Yaitu setiap kompetisi beladiri tidak ada tingkatan tinggi dan rendah, tidak ada kalah dan menang, tidak ada kuat dan lemah, hanya kita saja yang membuat standarisasi seperti itu. Pertandingan beladiri sebenarnya untuk mengukur dan mengenali kelemahan diri sendiri, bukan mencari kelemahan lawan, karena musuh terbesar ketika bertanding adalah bagaimana mengendalikan ambisi pribadi.

Oh ya, waktu kecil Jet Li punya teman seperjuangan yang dihutanginya waktu traktir pesta arak di kedainya. Di pertandingan terakhir kali, ia sempat meminjam uang sama temannya itu. Temannya seorang pengusaha, dulu sering berkali-kali mengingatkan Huo Yuanjia agar tidak perlu bertarung demi menjadi jawara nomor satu. Namun, kali ini ia berani meminjamkan uang karena pertarungannya membawa nama bangsa Cina di mata dunia. Huo Yuanjia terakhir bertanding dengan seorang ahli beladiri Jepang yang pernah menjamunya. Ada salah seorang Jepang yang bertaruh bahwa jawara Tianjin itu akan kalah, kemudian mencoba memberikan racun dalam minuman Huo Yuanjia. Walaupun demikian, sang lawan yang mengetahui keadaan Huo Yuanjia sudah payah dan bisa saja dia membunuhnya dalam sekejap, dengan hati seorang petarung sejati dia mengaku kalah, dan Huo Yuanjia pun tetap dianggap sebagai pemenang di kompetisinya yang terakhir. Film berakhir. Muncul teks yang mengisahkan Huo Yuanjia meninggal ketika dibawa di rumah sakit, dan lain-lain (ngga sempat baca satu persatu karena kemampuan bahasa mandarin yang terbatas). Melihat adegan senyuman khasnya yang masih kelihatan selesai bertarung, hmm… Cool guy, nice guy. Senyum dong, say..yur…:D

Explore posts in the same categories: film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: