Gigi

*note : ngga ada hubungan sama Gigi Band ..XD

ditulis pada: February 17, 2006

Waktu konsultasi tentang kartu asuransi yang bermasalah di sekolah bagian kepengurusan asuransi mahasiswa asing, Ibu yang mengurus sempat tanya, “kenapa gigimu?” Ku bilang, ” kalau saya bisa tahan sakit gigi ini ngga mungkin saya ke dokter gigi tanpa kartu asuransi. Tapi saya sudah ngga tahan karena rasanya ngilu, mau ngga mau harus ke dokter walaupun kartu asuransi belum keluar”. Biasanya hanya cukup bayar biaya registrasi, tapi ini harus biaya pengobatannya karena kartu asuransi belum ada. Tapi itu tidak seberapa dibanding harus menderita gara-gara sebuah gigi yang sakit. Setelah dapat kartu asuransi, langsung lega karena bisa periksa lebih murah. Tapi katanya kartu itu baru bisa aktif setelah tanggal satu januari. Oleh karena itu, masih buat janji lagi dengan dokter untuk tanggal dua januari. Hasilnya masih belum aktif juga. Jadinya harus membayar uang periksa lagi.

Hari itu aku mengeluhkan kartu asuransi yang katanya sudah bisa aktif tapi tidak bisa dipakai saat berobat. Si Ibu menelpon ke pihak asuransi untuk menanyakan kenapa kartu asuransiku pada tgl 2 januari belum bisa dipakai, setelah tutup gagang telpon itu ia bilang: “Sekarang kartu asuransimu sudah bisa dipakai. Waktu itu belum diaktifkan,  jadi kamu belum bisa pakai untuk periksa., mereka bilang tanggal 4 baru diaktifkan. Kamu masih harus periksa gigi lagi?”. ” Iya, masih ada sekitar 7-8 buah gigi yang mesti diperiksa mencegah gigi berlubang (padahal sudah ada satu gigi yang lubangnya melebar mirip kawah)”. Ibu itu lalu bilang dan menyarankan supaya “beli” gigi baru saja. “Ganti saja giginya dengan yang baru. Murah kok, hanya 6000 NT satunya. Kalau dipasang ngga terlihat tiruan, tapi seperti warna gigi asli lainnya”. Alami maksudnya. Mendengar itu, aku ngga terpikir mau cabut gigi terus pasang yang baru, kecuali memang sudah mengganggu fungsi mengunyah makanan mungkin bisa dipertimbangkan. But, no dech, Terimakasih xiexie. Memang menurut dia murah, “cuma” 6000 NT (sekitar 1,8 juta rupiah). Baru satu gigi sudah segitu, gimana kalau ada 8 gigi, apalagi gigi manusia dewasa itu jumlahnya 32. Wah kalau dihitung secara matematis, ternyata seluruh gigi asli kita seharga (tunggu, cari kalkulator dulu) …… 192000 NT (kira-kira 57,6 juta rupiah). Subhanallah!! Itupun masih pakai standar harga termurah (menurut Ibu tadi). Wow! Cukup untuk bisa membeli sebuah Starlet second. Ck..ck..ck Itulah berharganya ciptaan Tuhan, nilainya tidak bisa diukur dengan materi meskipun diganti dengan tiruan semahal apapun, karena pasti akan terasa beda nikmatnya dibanding dengan ciptaanNya yang begitu sempurna. Anugerah gigi dalam mulut kita saja sudah begitu mahalnya, belum organ tubuh yang lain. Subhanallah!! So, hikmah dari pengalaman ini yaitu bahwa setiap manusia wajib selalu bersyukur akan karunia Allah. Manusia sudah diciptakan sedemikian sempurnanya, pun terkadang masih merasa kurang. Hendaknya apa yang sudah diberi oleh Allah dapat kita rawat dan pelihara, karena itu salah satu wujud syukur kita terhadapNya. (Ya Allah, maafkan aku yang kurang menyukuri nikmat Mu). Kalau sudah terjadi biasanya baru muncul penyesalan. Baru gigi yang sakit, belum penglihatanku yang minus ini. Hixx….hati hanya mampu berandai “andaikan dari dulu tahu repotnya bermata minus, mungkin sekarang tidak pakai kacamata, dan tidak perlu bayar mahal ke dokter gigi, dan lain-lain”. Bagaimanapun juga sekarang masih ada kesempatan  mencegah bagaimana supaya tidak bertambah buruk, di samping terus memelihara dan merawatnya. Berharap itu bisa mengingatkanku untuk tetap bersyukur terhadap segala sesuatu ciptaanNya. ps: Bagi yang giginya masih bagus, pertahankan. Kalau sudah ada yang berlubang, ya mau diapakan lagi. Paling juga harus ditambal, terus berusaha supaya gigi sebelahnya ngga tertular berlubang hihihi.. Amien

Explore posts in the same categories: hari-hariku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: