Kelas Malam

Rabu, 22 Februari 2006

Malam.18.30.Pertama kali di Taiwan mengikuti kuliah malam. Kuliah ini diluar mata kuliah jurusanku. Ketua jurusan kami yang menyarankan agar mahasiswa asing wajib ambil kelas ini. Yup. Kelas bahasa. Selain membantu siswa untuk menguasai bahasa Mandarin lebih baik lagi, kuliah ini diharapkan dapat membantu kami ketika menulis makalah (n jg thesis) selama mengikuti kuliah jurusan.Siswanya foreign students, dan semuanya adalah teman seangkatan satu jurusan.

Ada yang menarik ketika pertama kali mengikuti kelas bahasa ini. Guru kami, wanita, berusia diatas 35, namun masih terlihat seperti usia menjelang 30 (awet muda maksudnya). Materi pelajaran bahasa untuk kami berbeda dengan materi di kelas pusat bahasa lain yang juga ada di kampus ini. Kami akan banyak mempelajari bahasa klasik dan resmi, serta menghafal idiom-idiom Cina sebagai pekerjaan rumah. Terbayang di depan mata, kuliah seperti ini menarik namun juga perlu ketekunan maksimal.

Di tengah pengajaran, sang guru menyelingi sebuah pertanyaan unik. “Kau lebih suka menjadi matahari atau bulan?” Menurutnya, jawaban seseorang akan pertanyaan itu dapat mencerminkan atau setidaknya memperlihatkan karakter orang tersebut.

Aku sempat menjawab, karena ia hanya menanyakan ini ke aku, tidak ke setiap siswa. Jawabanku adalah : “matahari”. Singkat cerita, sang guru memprioritaskan “bulan” sebagai jawaban yang ideal dengan berbagai alasannya. Aku memikirkan penjelasannya. Lumayan mencirikan sifat manusia semestinya dan pada umumnya. Hmm…dari jawaban sang guru itu aku juga sedikit mengira-ngira karakteristik beliau..Hehehe..Walaupun dari uraiannya, ia kurang menerima jawaban “matahari”.

Kenapa ia pilih bulan? kenapa aku pilih matahari?

Just let you think about it..okay..:) I’ve my own opinion and character.

Explore posts in the same categories: my school

One Comment pada “Kelas Malam”

  1. ichsan231 Says:

    Kalau aku pingin jadi manusia aja, tapi sekadar opini matahari itu menyilaukan orang lain, silau man! Sedang bulan itu redup namun wibawa tidak membuat orang lain silau, melihat bulan bisa memunculkan keheningan dan ketenangan…. sekadar opini lo…

    erna said: hehe..iya namanya jg pendapat, boleh berbeda. Sy apapun boleh, tp kenapa pilih matahari, karena cahayanya yg menyilaukan itulah, sbnrnya tdk ingin dilihat orang lain, namun orang sekitar mampu merasakan dan melihat alam sekitarnya, dengan cahayanya ia juga menyinari bulan.Mungkin opini dr sudut pandang yg berbeda hehehe..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: