Pergi ke Taoyuan (1)

June 26, 2006

 

Minggu, 25 Juni 2006 pukul 11 siang waktu Taibei (eh ternyata kemarin tepat ulangtahun Burhan-adikku yang ketiga-loh), aku sampai di mesjid kecil (Culture Mosque), letaknya tidak jauh dari kos-ku. Di situ sudah ada Bpk.Pangkuh yang sedang menyantap bubur kacang hijau, Beliaulah yang akan mengajak kami ke Taoyuan siang itu, sebuah county yang cukup besar di sebelah barat kota Taibei. Sambil menunggu Mba Zulle, kami berbincang-bincang dengan rekan-rekan dan mbak-mbak yang juga sedang menyantap hidangan. Aku tidak makan, karena sebelum berangkat sudah sarapan Milo. Tak lama kemudian, datang Mba Zulle dengan senyum khasnya. Aku dan dia cukup antusias sekali ingin pergi ke Taoyuan. Ada apa di Taoyuan hari itu? Pak Pangkuh sebelumnya pernah bilang, hari itu akan ada lomba karaoke, pesertanya adalah orang-orang Indonesia yang kebanyakan bekerja di Taiwan. Aku hampir ikutan loh hehe..tapi masih belum siap, karena belum latihan di ktv (..alasan:p).

Aku senang sekali bisa ke Taoyuan, karena selama di sini belum pernah jalan-jalan ke sana (mba zulle bilang aku sudah pernah ke taoyuan, wong bandara kan ada di taoyuan katanya hihi..). Oya, county ini dengar-dengar komunitas orang Indonesianya lebih terasa dibandingkan di Taibei. Di Taoyuan banyak pabrik, dan sebagian tenaga kerja asal Indonesia di sana bekerja sebagai buruh pabrik.

Sekitar pukul 11.30 ada seorang teman Taiwan datang ke lantai basement tempat kami bercakap-cakap. Aku seperti mengenalnya, dan benar, ternyata dia adalah Mustafa (nama Arabnya, Fengyao adalah nama Chinese-nya). Entah ada angin apa yang membawa ia ke mesjid kecil, tapi aku yakin pasti berhubungan dengan thesis yang sedang dia kerjakan sekarang. Fengyao adalah mahasiswa pascasarjana jurusan Keagamaan di kampus yang sama dengan Agustin. Kini sedang berusaha menyelesaikan thesisnya yang berkaitan dengan kehidupan orang Indonesia Muslim di Taiwan. Dia cukup kaget juga melihat aku ada di situ haha..maklum aku dan dia jarang ketemu, dan kalaupun pernah ketemu itupun seringnya di acara-acara yang bertajuk Islam. Mbak-mbak menyambutnya ramah, dan memberikan semangkuk bubur kacang hijau untuk dia. Aku, Mba Zulle dan Pak Pangkuh siap-siap pergi meninggalkan mesjid menuju Taoyuan. Fengyao mendengar kami akan ke Taoyuan, tanpa ditanya langsung mengajukan diri untuk ikut bersama kami. Buburnya hanya termakan beberapa suap saja, kemudian kami pun langsung berangkat dengan mengucapkan salam terlebih dahulu untuk rekan-rekan yang masih asyik makan dan berbincang-bincang.

Dari sinilah pengalaman pergi ke Taoyuan dimulai.

Explore posts in the same categories: hari-hariku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: