Pergi ke Taoyuan (2)

July 03, 2006

“Kita naik kereta”, kata Pak Pangkuh. Kami berempat pun pergi ke Taibei Main Station untuk menyambung naik kereta ke Taoyuan. Tiket kereta Juguang perorang 66 NT (kalau tidak salah ingat), dan perjalanan ke sana kurang-lebih 30 menit.

Setelah sampai di Taoyuan Station, kami berjalan ke sebuah rumah makan Indonesia yang tidak jauh dari stasiun. Pemiliknya adalah seorang ibu Indonesia yang bersuamikan orang Taiwan. Banyak tenaga kerja Indonesia yang bermasalah datang ke tempat ini sekedar mengungsi ataupun mengadu tentang keluhan-keluhan lain. Restonya ini sering menjadi tempat tinggal sementara bagi mereka yang menghadapi masalah selama bekerja di Taiwan. Aku yakin, setiap hari ibu itu pasti sering melihat dan mendengar kasus-kasus yang menimpa para TKI itu, dari ketidakadilan yang menyangkut honor tidak diberi hingga permasalahan yang ditimbulkan oleh tenaga kerja itu sendiri. Ini hanya sebagian kecil dari sekian masalah yang dialami mereka. Aku semakin tahu jika sebenarnya kita tengok ke mereka sebagai pahlawan devisa di negeri orang, permasalahan-permasalahan itu begitu kompleksnya. Well, mudah-mudahan hal seperti ini tidak berlanjut lagi, dan semoga Allah menguatkan hati mereka serta meringankan semua permasalahan yang mereka alami. Amin.

Sebelum berangkat menuju sebuah SD tempat dilangsungkannya lomba nyanyi itu, kami singgah sebentar di rumah makan ini sambil minum es campur. Suasana di daerah itu memang sangat ‘indonesia’, di mana-mana banyak bertemu dengan raut wajah dan senyum khas orang Indonesia. Entah di balik senyum itu apakah hati mereka juga tersenyum bahagia? Namun aku yakin senyuman itu mengandung harapan-harapan untuk tetap berjuang di negeri ini. . Tak lama, Ibu pemilik resto mengajak kami naik ke mobilnya bersama dengan dua orang teman lainnya menuju lokasi perlombaan. Lokasinya tidak begitu jauh, dalam beberapa menit kami pun sampai di sana.

Singkatnya, perlombaan menyanyi diadakan di aula yang cukup besar milik SD tersebut. Ternyata seminggu sebelumnya, juga ada perlombaan serupa, tapi pesertanya adalah orang-orang Thailand. Minggu ini diadakan untuk orang Indonesia, dan seminggu kemudian akan diadakan untuk orang Filipina (kemarin-red). Acara hari itu diselenggarakan oleh departemen tenaga kerja Taoyuan County, dan sebuah yayasan bernama Zhongli Fuyin Tuanqi. Ada 23 peserta yang ikut perlombaan itu, sebagian berasal dari tanah jawa, sebagian berasal dari kalimantan. Dari lagu pop, dangdut hingga lagu berbahasa Jawa semuanya ada. Eh, ternyata banyak juga peserta yang menyanyikan lagu mandarin, loh. Mereka yang nyanyi lagu Mandarin rata-rata adalah tenaga kerja yang berasal dari Kalimantan. Kata Pak Pangkuh, kebanyakan mereka bekerja di pabrik. Oh ya, suaranya keren-keren deh, lagu yang dinyanyikan rata-rata lagu lama, mengingatkanku waktu awal-awal masuk sastra Cina UI. Hampir semua lagu mandarin yang dinyanyikan akrab di telingaku. Kami semua yang hadir di situ sebelumnya mengisi buku tamu dan dapat kupon untuk bisa mengambil snack gratis. Kalau gratisan aku biasanya semangat hehe..

Sudah hampir jam 4, kami berniat untuk segera kembali ke Taibei. Kupon itu segera kutukarkan dengan snackbox, tapi panitia yang pakai baju pink bilang harus tunggu setelah acara selesai. Aku merengut, karena waktu itu perutku keroncongan . Ya sudah, apa boleh buat. Tapi pas kita mau keluar, seorang panitia lain mendekati kami dan bicara sebentar dengan si bapak, ia mengucapkan terima kasih kepada bapak yang sudah hadir seraya memberikan empat snackbox untuk kami. Haha..panitia berbaju pink itu yang memberikan snackbox nya. Aku tersenyum senang dan berterimakasih kepada mereka. Pulangnya kami harus jalan ke resto semula tempat singgah pertama kali. Walaupun lapar, aku juga tidak langsung memakan snack itu, hehe..cuma latah ingin lihat apa isi kotak snack-nya.

Oya, selama perjalanan waktu lalu, Fengyao selalu mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan orang-orang Indonesia yang bekerja di Taiwan, dari segi sosial maupun religinya. Dari hasil penjelasan yang kami lontarkan padanya, menurutnya ternyata banyak sekali yang tidak diketahuinya tentang itu. Pertemuannya dengan kami kemarin seperti sudah diatur oleh yang di-Atas. Ia pun setuju dengan ungkapan itu. Sesampainya di resto, kami makan sebentar. Aku makan nasi plus lauk-pauk khas Indonesia (*lezaaat*), Mba Zulle makan soto (seger katanya). Pak Pangkuh dan Fengyao makan bakso. Bapak ternyata memesan bakso lagi untukku. Akhirnya setelah nasi kuhabiskan, aku lanjut makan baksonya huehehe..(bapak tahu aja aku lafar hehe). Selain aku, mba Zulle ternyata juga menambah rujak hihi… Setelah makan, kami pun segera beranjak meninggalkan rumah makan, dan pamit kepada suami ibu pemilik resto. Alhamdulillah (*kenyang..*). (not the end)

Explore posts in the same categories: hari-hariku

One Comment pada “Pergi ke Taoyuan (2)”

  1. jahesuper Says:

    SEMOGA SEHAT SELALU.

    JAHE SUPER serbuk murni, tanpa gula dan bahan pengawet.

    Agen Jakarta:
    Hushby Parfum. Jl. Cileduk Raya no.6 Cipulir – ulujami
    Jakarta Selatan 021-91986008

    Agen Surabaya :
    SWALAYAN ‘ALMAS MART’. JL. IKAN MUNGSING 3 NO. 24.
    SURABAYA (031) 3540668

    Agen Malang :
    *) Depot HTS Lawang.
    *) Depot Mesir Kota Batu.
    *) Kopi bubuk Sido Mulyo (pasar klojen malang).
    Dsb.
    http://www.jahesuper.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: