Arsip untuk Februari 2007

Kursus Mandarin di Taibei

28 Februari 2007

Sedikit informasi untuk teman-teman yang ingin belajar Mandarin di Taiwan, khususnya di kota Taibei. Berikut adalah beberapa link website language center yang cukup ternama di Taiwan.

1. Mandarin Training Center of National Taiwan Normal University (nama mandarin sekolah ini y.i Shida)

Sekolah bahasa ini jumlah mahasiswa asingnya terbanyak dibandingkan sekolah bahasa lain, dan cukup terkenal di Taiwan. Banyak siswa asal Indonesia tertarik belajar di Shida, mungkin karena lokasi yang strategis berada di pusat kota, atau karena alasan lain?

2. Language Training Center of National Chengchi University (Zhengzhi Daxue/Zhengda)

Sekolah bahasa ini sangat jarang siswa Indonesia-nya, mungkin karena letaknya yang jauh dari pusat kota, dan lokasi kuliah yang berada di atas bukit sehingga memungkinkan untuk ‘mendaki’ bukit setiap hari jika pergi kuliah. Hehehe..tapi hikmahnya bisa bugar dan terhitung olahraga otomatis karena hampir jalan terus tiap hari.Saya pernah belajar di kampus itu selama setahun, jadi terasa gimana ‘lelahnya’ hihihi..

3. Mandarin Learning Center of Chinese Culture University (Zhongguo Wenhua Daxue)

Di sini siswa Indonesia juga banyak, tapi dari keseluruhan jumlah siswa asing, Shida tetap terbanyak. Uang SPP di pusat bahasa ini lebih murah sedikit dari kedua sekolah di atas. Lokasi kampus berdekatan dengan Shida, cukup strategis juga.

4.Tamkang University Chinese Language Program (Danjiang Daxue)

Lokasi kampus bahasa terletak di belakang kampus Shida. Selain Shida dan Wenhua Daxue, kampus ini pun cukup diminati siswa asal Indonesia.

5. The Language Center of Fujen Catholic University

Lokasinya jauh dari pusat kota Taibei, yaitu di Xinzhuang.

6. International Chinese Language Program of National Taiwan University (Taida)

Mengenai sekolah bahasa di NTU, saya hanya bisa kasih info bahwa biaya kursus di situ menggunakan dolar US per term sekitar USD 3700. Mengapa mahal? Tentunya sistem pengajaran mandarinnya juga berbeda dari lainnya, siswa per kelas maximal 4 orang, dan biasanya yang masuk sini kebanyakan dari AS. Tuntutan pengajar ke siswa juga lebih ketat, sehingga siswa pun harus memiliki motivasi tinggi untuk menguasai Mandarin dengan fasih. Selain belajar bahasa, juga didekatkan pada pengenalan budaya ataupun karya sastra Cina tentunya dengan perantara mandarin. So, selain mahir bahasa, nilai plusnya anda mungkin akan hafal dan lebih menguasai beberapa puisi2 Cina klasik ataupun idiom-idiom bahasa Cina.

Iklan

Bahasa-ku

3 Februari 2007

Salam
Sudah lama tak isi blog di sini lagi. Sekedar intro setelah lama menghilang karena kesibukan lain saya ingin mengatakan bahwa di Taiwan saat ini sedang musim dingin. Kegiatan baru saya saat ini adalah belajar bahasa Arab. Seminggu dua kali di mesjid besar Taipei. Yang mengajar seorang imam keturunan Thailand tapi mengajar dengan perantara Mandarin. Bahasa ibu saya adalah bahasa Indonesia, untuk mempelajari bahasa asing dengan perantara bahasa asing lainnya otak saya mesti dibagi tiga bagian, yaitu bahasa ibu, bahasa perantara, dan bahasa yang dipelajari/bahasa tujuan.
Sebelum bahasa Arab, saya rutin setiap minggu dengan dua teman sekolah belajar bahasa Itali. Gurunya adalah teman sekelas saya sendiri yang asli berasal dari P.Sisilia Italia dan tentunya dengan perantara Mandarin pula. ‘Io sono Indonesiana’.
Bicara bahasa asing, saya ingat ketika kuliah dulu juga pernah ambil mata kuliah pilihan bahasa Korea satu semester dan bahasa Jepang selama dua semester. Kalau bahasa Inggris? Pas SD saya mulai ikut-ikutan les bahasa Inggris di dekat rumah, sehingga pas SMP alhamdulillah nilai bahasa Inggris saya tidak buruk karena les itu tadi. Namun, menjelang masuk sastra Cina, bahasa inggris saya perlahan-lahan tersingkirkan dan tersesakan dengan kumpulan kosa kata mandarin. Whatever deh..Alhamdulillah sekarang bahasa Inggris saya mulai bangkit perlahan karena sering bergaul dengan teman yang tidak fasih berbahasa Mandarin sehingga mengharuskan komunikasi dengan bahasa Inggris. Di kampus dan lingkungan asrama tetap memakai bahasa Mandarin, dan kadang jika berkumpul atau chat dengan saudara setanah air saya masih menggunakan bahasa ibu saya. Bahasa Indonesia. Everyday live in three language environments. Mandarin, English, Indonesian. Huah!! pusing? no! it’s interesting!!! 🙂 But, jika ada yang tanya mana yang lebih fasih di antara itu, saya saat ini bisa menjawab of course Indonesian and Chinese hehehehehe..teteup. (masih ada satu bahasa lagi yang saya bisa mengerti secara pasif dan mungkin bisa aktif dikit2, yaitu boso jowo ngoko hohohoho).

Belajar bahasa lain? why not? just try and you will get the new sense of that language. 😉

Wassalam