From Malaysia?

Saya berasal dari negara mana,ya? Apa identitas saya? hehe..Sejak hari perubahan itu, banyak peristiwa dan pengalaman menarik serta seruuuu yang saya alami selama menuntut ilmu di sini.

Ketika tamasya ke Green Island (sebelah timur Taiwan), ada orang yang mengira saya biarawati, dan ada yang menduga saya berasal dari Filipina. Awalnya saya kurang tahu kenapa bisa dibilang saya berasal dari Filipina. Ada yang bilang, karena biarawati di Taiwan sebagian ada yang berasal dari Filipina. Oooooh..begitu. Tapi saya bukan biarawati, saya menjelaskan bahwa pakaian yang saya kenakan ini identitas perempuan Islam. Waktu naik sepeda ke kampus, juga ada bapak yang sedang berboncengan melihat saya terus, dan saya lemparkan saja senyum saya ke mereka, ternyata mereka ingin tanya apakah saya biarawati? yaa saya jelaskan saja apakah saya.

Rabu dan kamis kemarin berturut-turut, saya disangka orang Malaysia. hehehe..cukup sering saya mendengar komentar itu. Waktu itu ketika bertemu seorang muslimah asal Jerman. Ia datang untuk berlibur selama dua minggu di Taiwan. Ia berkebangsaan Jerman, keluarganya dulu migrasi dari Macedonia ke Berlin. Saya sering dengar ‘Macedonia’, tapi tidak tahu apa-apa tentang negara itu. Lejla, nama muslimah itu, sekilas saya melihatnya menduga ia ‘a muslim convert’. Setelah bincang2 cukup lama, seluruh keluarganya memang ‘islam by birth’. Pertama kali, ia menebak saya seorang Malaysia. Akhirnya saya berkata ‘ i come from Indonesia’.

Kamisnya, ketika daftar ulang pengajuan asrama di kampus, tiba-tiba ada bapak-bapak petugas dengan cukup yakinnya mengira saya mahasiswa Malaysia. Dia tahu setelah akhirnya saya bilang asal negara saya. Namun ia masih menebak2 lagi apakah saya ‘overseas chinese’, saya jawab bukan. “Wah, kalau kamu tidak pakai penutup kepala, kamu terlihat seperti overseas chinese atau orang Taiwan loh”. Ya, ia bisa bilang begitu mungkin karena mendengar saya berbahasa Mandarin.

Masih ada lagi cerita-cerita dan pengalaman excited lainnya..to be continued.InshaAllah🙂

Explore posts in the same categories: hari-hariku, Orang Taiwan

6 Komentar pada “From Malaysia?”

  1. almuhandis Says:

    AsS…
    Salam kenal mba…
    rencananya pertengahan juni ini atau akhir juni.. udah nimbrung di kursus Mandarin… Boleh ngasih saran ga? Pengen belajar nie…
    erna wrote: wow! rencana ambil kursus di mana? selama belajar mandarin yg diperlukan awalnya adalah ketekunan dan sifat jgn mudah menyerah. Belajar menyukainya walaupun sulit. Memang perlu sedikit menghafal, tapi saya yakin jika sdh tekun dan rajin, inshaAllah segalanya menjadi mudah. jiayou!

  2. masud.ulum Says:

    >>Masih ada lagi cerita-cerita dan pengalaman excited lainnya..to be continued.InshaAllah

    mohon maaf kalo ga salah tulisan yang benar insya allah pake’ syin bukan shod :p
    karena beda 1 huruf sudah beda arti CMIIW

  3. e-RNA Says:

    terima kasih atas comment nya. Mengenai ejaan dg tulisan latin memang bnyk ragamnya, ada yg menulis Inscha Allah, Insya Allah, Insha Allah, dan lain-lain…yg penting kita tahu bgmn ejaannya dlm arabic dan cara mengucapkannya dengan lafal yg benar. Apa itu CMIIW?

  4. intan Says:

    CMIIW = correct me if i’m wrong, kakaaaaak

  5. shadzri Says:

    Assalamualaikum… saya sangat tertarik dengan ruang terbuka saudari. boleh berkenalan tak? saya dari malaysia. PhD student kat Universiti Sains Malaysia. Kalau bisa, nantu lu boleh ngajar saya ngomong mandarin. saya memang teringin nak belajar tapi kesempatan terlalu kurang. tolong ajarkan saya ye?

    Salam.


  6. Wanita Sejati: Sebuah pesawat terbang sedang membawa banyak penumpang. Tiba – tiba ditengah jalan terjadi hujan badai yang sangat dahsyat. Pesawat itu terombang ambing oleh badai hujan, angin keras dan kilat yang menyambar nyambar. Penumpang pesawat itu histeris dan berteriak melihat keadaan itu. Mereka yakin pesawat itu akan jatuh dan mereka semua akan mati. Di tengah kericuhan itu, ada seorang wanita muda yang melompat dan mengumumkan, Saya tidak bisa mene-rima semua ini lagi! Saya tidak bisa duduk disini dan mati sepeti binatang, tertahan di kursi. Jika saya akan mati, biarkan saya mati dengan merasakan jadi wanita terlebuh dahulu. Apakah di sini ada yang sanggup membuat saya merasakan menjadi wanita? Dia melihat sebuah tangan diacungkan. Ternyata seoarang pria tampan, tinggi dan berotot yang sedang terse-nyum. Dia kemudian berjalan ke depan wanita muda itu. Ketika sudah berdekatan, pria tampan itu lalu membu-ka kaosnya dan menunjukkan tubuhnya yang kekar. Wanita itu melihat besarnya otot tersebut walaupun dalam kondisi pesawat yang mati nyala. Pria itu tetap berdiri didepannya, kaosnya ditangan dan berkata, Saya bisa membuat Anda merasa seperti wanita sejati sebelum mati. Apakah Anda tertarik? Dengan keras ia menganggukkan kepala, Ya, buat saya menjadi wanita sejati, pekiknya girang. Dengan sigap, pria itu langsung memberikan kaosnya kepada wanita itu sambil berkata Nih, tolong disetrika yach!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: